Selasa, 05 November 2013

pencemaran air dikawasan kapuk muara





Kapuk Muara merupakan contoh dari salah satu pemukiman di Jakarta Utara yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan tempat bermukim oleh manusia. Kondisi tanah di wilayah tersebut secara berkala terus mengalami penurunan, diperburuk oleh konsidi air tanah yang sudah mengalami perembesan dari laut dan asin, dan air tercemar yang mengalir di got dan sungai dengan kondisi hitam pekat karena tercemar
 Pegang sedikit air itu dan ..akan  terasa bau nya yang menusuk, hitam,  agak lengket, dan berminyak. kandungan limbah pada air yang mengalir di got-got beberapa kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat bukan hanya hasil dari pembuangan sampah masyarakat Jakarta saja, namun juga hasil buangan  industri, yang sayangnya (selalu) luput dari prodedur pengawasan AMDAL pemda.
Selain mencemari aliran sungai hingga teluk Jakarta, air yang tercemar ini juga jelas merupakan sumber penyakit bagi penduduk yang tinggal di sekitar aliran sungai. Sumber air minum bagi penduduk di wilayah yang mendekati teluk Jakarta adalah air bersih yang dijajakan dengan harga sekitar 3000 rupiah per galon. Untuk mandi dan mencuci, penduduk menggunakan air sumur bor. Air sumur bor hanya layak untuk digunakan mencuci dan keperluan lain, karena rasanya yang asin akibat perembesan air laut. Kerusakan di sepanjang pantai Jakarta, telah menyebabkan banyak masalah bagi warga Jakarta, terutama yang tinggal di kawasan marginal di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, seperti  kesulitan mendapatkan air bersih dan banjir ketika musim hujan tiba, ..termasuk para penduduk di Kapuk Muara.  
mungkin saat ini Perhatian Pemda DKI  lebih diberikan pada penduduk yang tinggal di kawasan elit Pantai Indah Kapuk, atau apartemen-apartemen di Ancol,….mungkin…karena fakta bahwa beberapa penduduk yang tinggal di kawasan marginal Kapuk Muara adalah penduduk pendatang dan kawasan bukan merupakan kawasan peruntukan tempat tinggal, maka kesehatan dan kebutuhan asasi penduduk bukan menjadi prioritas pemda DKI. Yang  jelas, sebenarnya kesehatan dan hak tinggal dengan layak adalah hak semua warga Negara dan anak-anak, karena mereka layak mendapatkan masa depan yang lebih baik

Kamis, 20 Juni 2013

Nama : Indra Agro

Seorang Haji menaiki podium. Ia segera memperkenalkan diri: “Saya bukan Haji, tapi Mohammad Misbach, seorang Jawa, yang telah memenuhi kewajibannya sebagai muslim dengan melakukan perjalanan suci ke Mekah dan Medinah.
Saat itu, awal Maret 1923, adalah Kongres Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Sarekat Islam (SI) di Bandung. Kongres itu juga dihadiri oleh dua komunis dari Sumatera Barat, yaitu Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin. Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin terkagum-kagum dengan pidato Misbach itu.
Meskipun bergelar Haji dan sudah pernah ke tanah suci, tapi Misbach tidak pernah mengenakan sorban ala Arab ataupun Peci ala Turki. “Misbach hanya mengenakan tutup kepala dan bergaul dengan rakyat apa saja,” kata Natar Zainuddin menceritakan tentang Misbach.
Misbach adalah seorang mubaligh berpendidikan pesantren. Ia dilahirkan di Kauman, Surakarta, sekitar tahun 1876, dan dibesarkan sebagai anak seorang pedagang batik yang kaya raya. Mas Marco Kartodikromo, teman seperjuangannya, menggambarkan Misbach sebagai seorang yang ramah dan teguh kepada ajaran islam.
>>>
Dalam kongres itu, Misbcah boleh dikatakan tampil sebagai bintang. Ia tampil memukau di kalangan cabang-cabang PKI dan SI merah, terutama mereka yang masih memegang kuat kepercayaan terhadap agama.
Ketika baru membuka urainya, Haji Misbach langsung menusuk ke jantung persoalan. Ia berusaha menguraikan kesamaan kesamaan prinsip antara Qur’an dan Komunisme. “Quran, misalnya, menetapkan bahwa merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengakui hak azasi manusia, dan pokok ini juga ada dalam prinsip-prinsip program komunis.”
Ia juga mengatakan, perintah Tuhan adalah kita harus berjuang melawan penindasan dan penghisapan. “Ini juga salah satu sasaran komunisme,” kata Misbach lebih lanjut.
Gagasan inilah kemudian yang disebut islam-komunis. “orang yang mengaku dirinya islam tetapi tidak setuju adanya komunisme, saya berani mengatakan bahwa mereka bukan islam yang sejati, atau belum mengerti betul-betul tentang duduknya agama islam,” kata Misbach.
Lama berbicara soal kesamaan komunisme dan islam, Misbach berganti topik. Ia mulai menyerang HOS Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam dan sekaligus bekas teman seperjuangannya semasa masih di SI.
Misbach menganggap SI di bawah pimpinan Tjokro telah memecah-belah gerakan rakyat dengan memberlakukan disiplin partai. Ia mengisahkan sebuah pertemuannya dengan Tjokro di atas kereta api, dimana pemimpin SI itu mengaku bahwa ide “disiplin partai” muncul atas kehendaknya.
Suara-suara teriakan peserta kongres pun terdengar keras. “Tjokro mau jadi raja! Uang SI kemana piginya (perginya)!” teriak seorang peserta kongres yang marah.
Bukan itu saja, Misbach juga menuding CSI, organisasi yang dibidani oleh Tjokro, telah bersekongkol dengan Muhammadiyah. Misbach menganggap organisasi yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan itu sebagai perkumpulan kapitalis, yang ketundukannya memang kepada kapital.
Di tengah-tengah Misbach mengeritik Tjokro dan SI, tiba-tiba seorang pemuda berusia belasan tahun naik ke podium. Pemuda itu adalah Soekarno, seorang murid Tjokroaminoto, yang kelak menjadi Presiden pertama Republik Indonesia.
Soekarno meminta agar Haji Misbach segera meminta maaf kepada Tjokro karena telah melancarkan serangan bersifat pribadi kepada gurunya tersebut. Tjokro sendiri tidak hadir dalam kongres tersebut, tapi diwakilkan kepada Soekarno.
“Apakah tindakan seperti ini sesuai kesucian seorang ksatriya?” tanya Soekarno kepada Haji Misbach. Misbcah mengatakan bahwa ia bermaksud menyerang atau melukai hati Tjokroaminoto, tapi sekedar menjelaskan sikap pemimpin CSI itu kepada umum. Misbach kemudian meminta maaf kepada kongres.
Dalam biografinya yang ditulis oleh Cindy Adams, Soekarno: penyambung lidah rakyat Indonesia, Soekarno mengaku bahwa saat itu dia sudah berbeda pandangan politik dengan gurunya itu, namun ia tetap menjaga hubungan baik. “Orang Asia tidak menemui kesukaran untuk membedakan ideologi dengan peri-kemanusiaan.”
Soekarno menganggap Haji Misbach telah melakukan serangan serampangan terhadap Tjokroaminoto.
Menurut Takashi Shiraisi, penulis buku “zaman bergerak”, pemahaman Soekarno terkait serangan Haji Misbach terhadap Tjokro itu bersifat sembarangan. Pasalnya, menurut pakar sejarah Universitas Kyoto itu, serangan Misbach tidak ada sangkut-pautnya dengan Tjokro sebagai ksatria, melainkan keputusannya yang telah memberlakukan disiplin partai dan persekongkolan CSI dengan Muhammadiyah.
>>>
Haji Datuk Batuah dan Natar Zainuddin terperangah ketika Misbach berpidato. Penjelasan tentang islam dan komunisme begitu memikat hatinya.
Segera setelah keduanya sudah kembali ke Sumatera Barat, mereka langsung menyiarkan pandangan-pandangan Misbach itu. Di Padang Panjang, ketika itu, sudah berdiri sebuah perguruan islam modernis, yaitu Sumatra Thawalib.
Salah satu pendiri perguruan ini, yaitu Zainuddin Labai, adalah pengagum berat bapak gerakan nasionalis Turki, Mustafa Kama (Kamal Attaturk). Ia menerjemahkan biografi Kamal dan mengajarkannya di sekolah Diniyyah. Meski berfikiran radikal, Zainuddin menentang muridnya menyerap ide-ide sekuler dan komunis, yang saat itu sedang digandrungi.
Haji Datuk Batuah segera berpropaganda soal islam dan komunisme di perguruan islam itu. Kebetulan, di dalam perguruan Thawalin itu sudah ada seorang komunis, yaitu Djamaluddin Tamin, yang kelak menjadi ketua Sarekat Rakyat dan pendukung Tan Malaka.
Ia bekerjasama dengan Haji Datuk Batuah mendirikan koran “Pemandangan Islam”, yang mengulas banyak soal keislaman, komunisme, dan perjuangan anti-kolonialisme dan anti-kapitalisme. Sedangkan Natar Zainuddin, yang kembali ke Sumatera Barat pada tahun 1923, segera meluapkan gagsan islam komunis melalui korannya: Djago! Djago!
Aktivitas Haji Batuah dan Natar Zainuddin tidaklah terlalu lama. Sebab, dua bulan setelah kepulangannya dari kongres PKI di Jawa, satu detasemen polisi bersenjata telah datang untuk menangkap keduanya.
Penasehat pemerintan Belanda ketika itu, R.Kern, membuat pernyataan menggemparkan: “Walaupun asisten residen Whitlau sudah mengemukakan bahwa pergerakan perlawanan akan padam setelah tertangkapnya Datuk Batuah dan Natar Zainuddin, setelah enam bulan pasca penangkapan itu orang komunis malah makin banyak dari yang sudah-sudah.”
Perkembangan Islam Abad XX Hingga Sekarang
Pada permulaan abad ke-20, Indonesia menghadapi tantangan moderenisasi yang juga di alami sebagian besar negara-negara di dunia. Respon terhadap wacana modernisasi yang mulai meluas pada tahun 1970-an, tidak lepas dari perhatian umat islam  di indonesia.  Menurut Greg Barton, fakta membuktikan bahwa  sepanjang tahun 1970-an, 1980-an dan berlanjut hingga kini, Indonesia telah menyaksikan sebuah kebangkitan islam yang amat progresif dan begitu memiliki masa depan’’. Kebangkitan tersebut, secara substansial di gerakan oleh gerakan intelektual yang memunculkan gagasan pembaharuan pemikiran islam.  Sebenarnya gerakan  islam yang berasal dari gagasan pemikir-pemikir islam atau pemurnian ajaran agama islam, telah menjadi wacana para cendikiawan muslim Indonesia  sejak pengaruh gerakan pembaharuan Islam di Timur Tengah ( terutama Mesir ) meluas hingga ke Indonesia.
Hingga paruh pertama abad ke-20, pusat-pusat studi Islam tertinggi bagi kalangan masyarakat Muslim Nusantara masih berada di wilayah Timur Tengah, khususnya Mekah, Saudi Arabia, sebelum akhirnya bergeser ke Kairo, Mesir. Dalam fenomena perkembangan sosial intelektualisme Islam indonesia tersebut, yakni pemikiran Islam pada abad ke 20 dengan tokoh Muhammad Rasyid Rida.
Muhammad Rasyid Ibn Ali Rida Ibn Muhammad Syamsudin Al-Qalamuny. Ia lahir di desa Qalamun dekat kota Tripoli daerah Syiriah (Syam), pada tanggal 27 Jumadil Ula 1282 H/ 1865 M. Ia berasal dari keturunan cucu Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu ia memakai gelar Al-Sayyid di depan namanya. Ia wafat bulan Agustus 1935, setelah kembali mengantarkan Pangeran Su’ud ke kapal Suez.
Masa kanak-kanaknya, banyak digunakan untuk belajar membaca Al-Qur’an menulis dan dasar-dasar berhitung di Madrasah Tradisional di kampungnya. Kemudian ia melanjutkan belajar ke sekolah Rasyidiyah, sebuah sekolah milik pemerintah Tripoli yang bertujuan untuk menyiapkan pegawai pemerintahan Turki. Setelah satu tahun belajar disini ia keluar karena tidak berminat untuk menjadi pegawai pemerintah. Selanjutnya ia belajar di Madrasah Al-Wathaniyah yang dipimpin oleh seorang ulama modernis, yakni Syekh Husein Al-Jisr. Ulama inilah yang berpengaruh besar bagi perkembangan intelektual Rasyid Rida, disamping pengaruh ide-ide Jamaludin Al- Afghanimaupun Muhammad Abduh. ketika majalah Al-Urwatul Wutsqa yang diterbitkan Al-Afghani dan Abduh di Paris sampai ditangannya, ia selalu mendiskusikan dengan gurunya Al-Jisr. Majalah ini telah menjadi penggugah semangat pembaharuan dan perjuangan dalam dirinya.
Rasyid Rida bertemu dengan Muhammad Abduh berusaha meyakinkan tentang perlunya menerbitkan suatu majalah sebagai media sosialisasi gagasan pemberitahuan, sehingga terbitlah Al- Manar. Tujuan penerbitnya sama dengan Al-Urwatul Wutsqa yaitu mengadakan pembaharuan dalam bidang agama, sosial, dan ekonomi, memberantas takhayul dan bid’ah-bid’ah yang masuk kedalam tubuh umat islam, menghilangkan faham fatalisme yang terdapat dikalangan umat Islam dan faham tarekat yang salah, meningkatkan mutu pendidikan dan membela umat Islam dari permainan politik dunia Barat. Disamping itu Rasyid Rida juga meminta Muhammad Abduh untuk melakukan tafsir modern terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang akan dimuat dalam majalah Al-Manar yang selanjutnya tulisan inilah yang dijadikan kitab Tafsir Al- Manar.
 Secara spesifik gagasan pembaharuannya dapat dikelompokkan pada tiga bidang, yakni : bidang keagamaan, pendidikan, dan bidang politik kenegaraan.
Bidang keagamaan ia berpendapat bahwa umat islam harus kembali lagi pada ajaran Islam yang murni yang terbebas dari segala bid’ah yang keluar dari ajaran Islam, yaitu faham tarekat yang berlebihan maupun faham fatalisme. Untuk itu, umat islam harus mampu memadukan antara ajaran-ajaran spiritual agama dengan masalah keduniaan. Menganti sikap fatalis yang hanya menggantung diri pada nasib, dengan sikap jihad, dinamis dan memfungsikan kembali akal untuk memahami teks-teks Al-Qur’an dan Hadits serta membina sikap toleransi diantara berbagai aliran mahzab dalam islam.
Bidang pendidikan, ia menekankan perlunya umat Islam menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang menjadi dasar kemajuan Islam pada periode klasik di Spanyol dan Barat saat ini. Kalau umat Islam sekarang ini mengambil peradaban Barat sebenarnya adalah upaya mengambil kembali khasanah peradaban Islam yang pernah dimilikinya. Cara mengambil peradaban Barat tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Karena itu, perlu mendirikan lembaga pendidikan , bahkan menurutnya mendirikan lembaga pendidikan adalah lebih baik dari pada membangun masjid. Untuk itu, ia mengharapkan agar dilakukan pembaharuan pendidikan Islam. Adapun segi-segi pembaharuan dalam pendidikan yang terpenting adalah memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi kaum wanita disamping aspek penyelenggaraan pendidikan seperti struktur, metode maupun kurikulum pendidikan. Dalam hal kurikulum menurutnya, perlu ditambah dengan mata pelajaran teologi, pendidikan moral, sosiologi, ilmu bumi, sejarah, ekonomi, ilmu hitng, ilmu kesehatan, bahasa asing, dan dengan ilmu-ilmu agama lainnya.
Bidang politik kenegaraan, ia berpendapat bahwa kebangsaan tidaklah dalam arti kesamaan bangsa atau bahasa, melainkan dalam arti kesatuan umat atas dasar keyakinan yang sama yaitu Islam. Oleh sebab itu ia tidak setuju dengan faham nasionalisme, seperti yang di introdusir oleh gerakan nasionalisme Turki yang dipelopori oleh Turki Muda, ia menganjurkan pembentukan organisasi Al-Jamiat Islamiyah di bawah khalifahnya, yang berlandaskan prinsip persaudaraan islam yang terbebas dari ikatan rasialisme semua umat islam bersatu dibawah keyakinan, sistem moral, sistem pendidikan dan satu sistem hukum. Hukum dan undang-undang tidak dapat dilaksanakan tanpa kekuasaan pemerintah. Oleh sebab itu kesatuan umat islam perlu mengambil bentuk negara, yaitu negara ke khalifahan dan kepala negaranya adalah seorang khalifah.
            Khalifah karena mempunyai kekuasaan legislatif maka ia harus seorang mujtahid, tidak absolut, dan dibantu oleh para ulama dalam memerintah masyarakat. pemeliharaannya dilakukan oleh Ahl al-Hall wa al-Aqd, yakni suatu dewan yang menampung aspirasi masyarakat dari berbagai bidang baik dalam hal disiplin ilmu maupun dari segi pekerjaan. Dewan ini bertugas memilih dan mengawasi jalannya pemerintahan, agar tidak  terjadi penyelewengan dan penyimpangan.

REFERENSI :
·         Nasution, Harun. 1996. Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Jakarta: PT. Bulan Bintang

·         Razak, Yusron, Dkk. 2001. Pendidikan Agama. Jakarta: UHAMKA Press

Selasa, 11 Juni 2013

Jika kami berbeda, dosakah?

Jika Tuhan menjadikanmu berbeda keyakinan denganku, apakah Tuhan juga akan menjadikanmu bukan milikku? Jika agama mengajarkan kebaikan, lalu mengapa agama mengharuskan perpisahan? Sedangkan pada dirimu kulihat kebaikan?
Jika harus bersama dia yang sama keyakinan tanpa cinta dan kasih sayang, apa itu bentuk kebaikan ajaran agama?
Tuhan kami sama-sama satu, kami hanya berbeda perantara. Bukankah Tuhan penuh cinta dan kasih sayang? Kenapa kami dipisahkan karena perbedaan agama?
Tuhan menyuruh kita menikah karena agama dan takwa. Jika agamanya dan agamaku memiliki Tuhan yang sama, kenapa kami tetap tak boleh bersama?
Jika agama kami berbeda nama, namun Tuhan kami tetap sama kenapa manusia masih membedakan nama? Bukankah cinta kami kehendak Tuhan juga?
Kami dipisahkan aturan manusia atas nama aturanmu, Tuhan. Kami tak tahu harus mengadu kemana selain kepadamu. Namun, mereka masih saja tetap tak peduli pada hati.
Lalu dipaksakan kepada kami pasangan seagama yang tak kami cintai.
Jika kami menuruti kehendak mereka lalu menikah tanpa rasa di hati, apa Tuhan merestui pernikahan kami?
Apakah pernikahan yang dipaksakan atas nama kebaikan agama ini sebuah kebaikan? Apa memisahkan dua orang yang saling mencintai itu sebuah kebaikan?
Aku mengadu pada Tuhanku, pun ia pada Tuhannya, Tuhan kami yang Esa. Kami menangis tanpa mampu memberontak. Kami menyayangi Tuhan kami.
Mereka bilang salah satu dari kami harus pindah agama. Apa itu menyelesaikan masalah? Apa itu sebuah solusi? iman kami ada di hati, bukan di KTP!
Jika kami harus terusir, maka usirlah kami. Bukan mengusir kami dari Tuhan kami. Ijinkan kami menyayangi Tuhan kami dengan iman kami.
Mereka bilang kami akan masuk neraka, ditolak surga. Kami hanya ingin saling mencintai, memiliki. kami menyayangi Tuhan kami. Biarkan Tuhan kami yang menentukan.
Kami menyayangi Tuhan kami bukan karena imbalan, surga pun neraka. Cinta kami pun bukan untuk diperjualbelikan atas nama agama. Jangan paksa kami menjual iman dan Tuhan kami.
Kini kami terpisah dan kalian tetap tak peduli. Kalian tak peduli betapa hancurnya perasaan kami. Kalian tertawa atas nama agama.
Tuhan, mereka bilang ini kehendakmu. Kami tak yakin kau mempertemukan kami hanya untuk sebuah penderitaan. Kami percaya padamu.
Kami percaya kau maha menyayangi. Kami percaya kau menyayangi hambamu yang menyayangimu. Perbedaan ini hanyalah baju, bukan hati kami dimana iman kami memujamu.
Jika perpisahan ini pun kehendakmu, maka jagalah kekasihku. Jagalah hatinya dari rasa duka karena perbedaan ini. Tuhan, lindungi dia.
Tiap tetes airmatanya bukanlah kesedihan karena kami tak bisa bersama, Tuhan. Tapi karena mereka membedakanmu atas nama agama.
Tuhan, kau mengetahui apa yang terbaik bagi kami. Jika kami lancang saling mencintai, maka jangan kau berikan rasa seperti ini kepada orang lain.
Cukuplah kami yang merasakan cinta seperti ini. Cukuplah mereka membedakanmu karana nama agama yang berbeda. jangan lagi ada kepedihan seperti ini.
Kami tahu, tak ada solusi selain kami disuruh berpisah, bersabar atau menjual agama kami. Sekali lagi, tidak! Biarkan kami saling mencintai dengan cara kami.
Silahkan bilang kami bodoh, bebal atau apa pun. kami menyayangi Tuhan kami, kami pun salin menyayangi satu sama lain. Biarkan kisah kami menjadi dongeng duka.
Agar cukup kami yang meneteskan airmata kepedihan. Karena perbedaan yang dibuat manusia. Atas nama surga dan neraka pun atas nama Tuhan.
Tuhan, kami titipkan rasa ini kepadamu. Darimu semua berawal, rasa ini pun milikmu. Ijinkan kami menikmatinya kelak di kebun cintamu.
Kami tak menyesal saling mencintai dan menyayangi. Bukankah engkau yang mengajarkan kami rasa itu? Tuhan, kau tahu kami memujamu, yang Esa.
Jika takdir kami harus seperti ini, maka kami menerimanya dengan kepatuhan karenamu. Bukan karena mereka yang meributkan nama agamamu.
Kekasihku, mungkin ia kini tersudut sepi dihimpit duka. Tuhan, beri ia keteduhan. Yakinkan semua ini kehendakmu. Aku mohon, Tuhan. Beri ia hati yang lapang. Untuk memahami bahwa cinta kami adalah kehendakmu, sebagai kisah untuk mereka yang saling mencintai namun berbeda agama.
Tuhan, maaf jika aku terlalu banyak menyebut namamu untuk masalah kami yang tak sepatutnya membawa-bawa namamu yang suci itu.
Dan mereka yang selalu membedakanmu karena nama agama, beri mereka kebaikan dan kasih sayangmu.
Selamat malam Tuhan, kami menyayangimu.
-karena cinta aku ada.

Senin, 13 Mei 2013

AMERIKA LATIN



REVOLUSI  DI  AMERIKA  LATIN
OLEH  :  Suswandari,  Prodi  Sejarah  FKIP  UHAMKA

A.    Situasi  AL Sebelum  Revolusi

Corak  revolusi  di  Amerika  Utara  dilaksanakan  oleh  para  kolonis  Inggris.  Sedangkan  revolusi  di  Amerika  Latin  dilaksanakan  oleh  semua  orang termasuk  kelompok  Negro  merdeka.  Saat  gerakan  revolusi  meletus,  baik  itu  Indian,  mestizo,  creole  ataupun  Zambo  dan  negro  saling  membantu  untuk  dapat  melepaskan  diri  dari  sikap  konolialisme  orang – orang  Eropa.  Walaupun  pemerintahan  bagnsa  Eropa  di  Amerika  Latin  sudah  berusaha  untuk  tidak  terlalu  mencampuri  urusan  bangsa  Indian  dan  lain – lain,  mereka  tetap  menaruh  dendam  pada  pemerintah  kolonial.  Suara – suara  protes  mereka  tidak  pernah  didengarkan  dan  mereka  diperlakukan  seperti  budak  di  tanah  sendiri.
Golongan  meztizo  yang  merupakan  keturunan  campuran  antara  orang  Indian  dengan  kulit  putih  juga  merasakan  kegelisahan  yang  sama  selama  pemerintahan  kolonial  menguasai  mereka.  Sebagai  keturunan  campuran  mereka  tidak  diterima  secara  ikhlas  pada  kedua  golongan  tersebut.  Dalam  soal  ekonomi,  mereka  tidak  mempunyai  hak – hak  untuk  melakukan  dagang  sebagaimana  mestinya.  Sementara  itu  secara  spiritual,  mereka  dianggap  out  caste  yang  harus  membentuk  dunia  sendiri.  Mereka  membenci  pemerintah  colonial,  karena  mereka  mempunyai  anggapan  bahwa  merekalah  yang  pas  menjadi  bagsa  Amerika  Latin.
Kelompok  Creol  juga  membenci  pemerintah  kolonial.  Semula  mereka  mempunyai  hak – hak  istimewa.  Tetapi  dengan  berkuasanya  orang  kolonial  mereka  menjadi  kehilangan  hak  istimewanya.  Secara  umum  orang – orang  peninsulares  yang  berkedudukan  sebagai  kolonis  mendominasi  dalam  berbagai  bidang  kehidupan  baik  ekonomi,  politik,  sosial  dan  keagamaan.  Kelompok  Creol  dilihat  sebagai  minoritas  dan  dikeluarkan  dari  kelompok  peninsulares.  Mereka  juga  dilarang  untuk  menduduki  jabatan  yang  menguntungkan.  Oleh  karena  itu,  golongan  Creol  terus  berusaha  agar  bisa   mendapatkan  kedudukannya  kembali.  Mreka  merasa  sebagai  orang  Amerika  dan  menaruh  dendam  pada  kesombongan  kulit  putih.
Dengan  demikian  dapat  dikatakan  bahwa  semua  golongan  di  AL  berusaha  untuk  menghapuskan  pemerintahan  kolonial.  Keputusan  untuk  melakukan  revolusi  ini  juga  dipengaruhi  oleh  perkembangan – perkembangan  di  dunia  Barat  selama  abad  18.  Misalnya  naiknya  dinasti  Bourbon  dari  Perancis  ada  yang  menjadi  raja  di  Spanyol.  Hal  ini  menyebabkan  ide – ide  yang  berkembang  di  Perancis  menyebar  di  Spanyol  dan  dibawa  di  AL.  Banyak  pemuda  creole  yang  belajar  di  Perancis.  Mereka  banyak  mengkaji  tulisan  Voltaire,  rousseau,  montesquieu,  Raynal  dan  lain  sebagainya.  Buku – buku  mereka  dapat  menyebar  ke  AL.
Orang  creol  yang  belajar  dari  Raynal  tentang  semangat  untuk  menyerang  kezaliman  orang  Eropa  di  benua  AL.  Dari  Montesquieu  mereka  mengetahui  tentang  keburukan  para  bishop  dan  bangsawan.  Dari  Voltaire  mereka  belajar  tentang  perlawanan  terhadap  pemerintahan  yang  absolut.  Dan  dari  buku  Rousseau  mereka  belajar  tentang  teori  kontrak  sosial  yang  menjelaskan  tentang  kekuasaan  yang  berasal  dari  rakyat  perlu  ditumbangkan.  Dengan  ini  mereka  sangat  yakin  revolusi  memang  diperlukan  untuk  menumbangkan  pemerintah  kolonial.
Revolusi  yang  mula – mula  muncul  di  Amerika  Utara  memberi  semangat  di  AL.  Pemikiran  Thomas  Jefferson,  Thomas  Paine  dan  lain- lain  sangat  mempengaruhi  semangat  mereka.  Mereka  juga  mengikuti  perkembangan  di  Perancis,  yang  memperlihatkan  bahwa  golongan  ketiga  berhasil  merebut  penjara  Bastille  dan  Louis  XVI  dipenggal  lehernya.  Semboyang  liberty,  egality  dan  fraternity  menjadi  semboyan  pergerakan  di  AL.
Saat  kekuatan  revolusi  di AL  meningkat,  kejayaan  Spanyol  dan  Portugis  justru  menurun.  Pada awal  abad  19,  Portugis  dan  Spanyol  bukan  lagi  termasuk  negra  yang  disegani  di  Eropa.  Dalam  istana  kerajaan  Spanyol  dan  Portugis  banyak  ditemukan  intrik – intrik  dan  korupsi.  Hal  ini  menyebabkan  kewibawaan  kerajaan  menurun.
   Beberapa  hal  yang  menyebabkan  menurunya  kewibawaan  kerajaan  Spanyol  dan  Portugis  menurut  antara  lain:
1.      Keluarga  Freemasons  yang  masuk  abad  18  dan  menjadi  penasehat  raja  Spanyol,  telah  mengimport  ide – ide  pencerahan  dari  Perancis.  Mereka  mempengaruhi  kalangan  istana  untuk  melakukan  intrik –intrik
2.      Golongan  Yesuit  :  mereka  memberikan  pengaruh  pada  kebencian  pada  raja.  Setelah  mereka  diusir  dari  Spanyol  tahun  1767,  mereka  mencari  perlindunagn  di  Eropa  Barat.  Mereka  bekerjasama  dengan  siapa  saja  untuk  menyerang  kerajaan  yang  memusuhi Societas  Yesus.
3.      Orang  Yahudi  :  mereka  diusir  dari  Portugis  dan  Spanyol  dan  melarikan  diri  ke  Eropa  Barat.  Mereka  kebanyakan  pintar  dan  kaya.  Mereka  banyak  melakukan  kritik  terhadap  kerajaan  Spanyol  dan  Portugis

B.     Pelopor  Revolusi

Pelopor  revolusi  berasal  dari  kelompok  Indian  diwakili  oleh  Tupac  Amaru,  negro  Toussain  L’Overtur,  dan  Creole  Jose  Miranda.  Yang  pertama  dilakukan  oleh  Tupac  Amaru  Ć”dalah  bergabung  dengan  orang  India  yang  menderita.  Perlakuan  kolonial  terhadap  orang  Indian  di  Peru  dalah  yang  paling  buruk.  Mereka  diusir  dari  tanah – tanah  mereka  dan  dipaksa  bekerja  di  daerha  pertambangan.  Para  pendeta  bekerja  sama  dengan  pemerinta  kolonial  untuk  menekan  orang – orang  Indian.  Tupac  Amaru merasakan  kekejaman  ini  dan mengadukan  kepada  raja  muda  Spanyol  tetapi  tidak  pernah  ditanggapi.  Kemudian  dikumpulkan  8000  orang  Indian  untuk  menyerang  kolonial.  Mereka  berhasil  menguasai  Peru  dan  sebagian  besar  Bolivia  dan  Argentina.  Tetapi  diakhir  perjuangannya  Tupac  Amaru  ditangkap  dan  dibunuh  oleh  kolonial.  Pembunuhan  ini  menimbulkan  kemarahan  besar  dan  orang  Indian  mengadakan  serangan  lebih  besar  terhadap  pemerintah  kolonial.
Toussanit  L’Overture  adalah  seorang  budak  negro  asal  Afrika.  Ia  memimpin  budak – budak  negro  untuk  melawan  pemilik  kebun  perkebunan  bangsa  Perancis  di  Haiti.  Meletus  gerakan  revolusi  1787.  Situasi  Haiti  saat  itu  sangat  diskriminatif.  Masyarakat  terbagi  dalam  tiga  kelompok.  Yaitu  kelompok  atas  yang  terdiri  dari  orang  kulit  putih yang  mayoritas  adalah  orang  Perancis,  kelompok  bawah  yaitu  budak  negro  dan  kelompok  antara  yaitu  percampuran.  Apa  yang  terjadi  di  Perancis  segera  mempengaruhi  situasi  Haiti.  Banyak  budak  melarikan  diri  dari  tuannya.  Toussaint  memiliki  tuan yang  baik. Sehingga  ketika  revolusi  meletus  tindakan  yang  pertama  kali  dilakukan  adalah  menyelamatkan  keluarga  tuannya.  Toussanit  berhasil  menguasai  Haiti.  Ia  segera  mengangkat  diri  sebagai  penguasa,  mengumumkan  konstitusi,  dan  melarang  import  budak  dari  Afrika.  Pernacis  dibawah  Napoleon  berusaha  kembali  untuk  menguasai  Haiti.  Dikirimnya  25.000  tentara  di  bawah  pimpinan  seorang  keponakannya  Jendral  lecierc.  Karena  kesulitan  untuk  menangkap  Toussaint,  Jendral  itu  mengundangnya  untuk  mengadakan  perdamaian.  Tetapi  yang  terjadi  justru  Toussaint  ditangkap  dan  dipenjarakan.  Toussaint  meninggal  di  penjara  tahun  1803.  Toussanit kalah  dalam  pernag  tetapi  Haiti  merdeka  tahun  1804.
   Tiradentes  seorang  Brasilia  yang  melawan  pemerintahan  Portugis  tahun  1788  di  Minas  Gerais  (daerah  pertambangan  Portugis).  Dia  seorang  dokter  gigi.  Inilah  yang  menyebabkan  dia  dijuluki  Tiradentes,  karena  nama  aslinya  Joaquim  de  Silva  Xavier.  Dia  menaruh  dendam  pada  pemerintahan  Portugis.  Ketika  harga  emas  menurun,  Portugis  berusaha  menaikkan  pendapatan  dengan  menarik  pajak  yang  tinggi  pada  rakyat  dan  menurunkan  upah.  Para  pekerja  memprotes.  Kondisi  ini  segera  mendapat  dukungan  dari  anggota  militer  dan  pendeta  yang  tidak  sepaham  dengan  Portugis.  Protes  para  pekerja  ini  segera  berubah  menjadi  tuntutan  terhadap  penghapusan  pada  perbudakkan.  Tindakan  ini  yang  akan  mendorong  kemerdekaan  Brasilia.








TIMBULNYA  REPUBLIK  DI  AMERIKA  LATIN
Oleh  :  Suswandari
Program  Studi  Pendidikan  Sejarah  UHAMKA


Sejarah  Amerika  Latin  sepanjang  tahun  1791  hingga  tahun  1824  merupakan  sejarah  perjuangan  untuk  memperoleh  kemerdekaan  dan  mempertahankan  hak – hak  asasi  manusia  sebagaimana  yang  tertuang  dalam  Piagam  Magna  Charta  dari  Inggris.  Gerak  perjuangan  merebut  kemerdekaan  memang  berhasil  secara  politis  dan  fisik  dan  mental  spiritual.  Secara  politis  adalah  tercapainya  kemerdekaan,  fisis  berarti  adanya  perubahan  pemilkian  kawasan  menjadi  kawasan  nasional  negara – negra  yang  bersangkutan,  sedangkan  secara  mental  spiritual  adalah  munculnya  kesadaran  alan  pengabdian  dan  kecintaan  pada  tanah  air  dalam  bentuk  pemerintahan  sendiri.

A.  Beberapa  faktor  pendorong  munculnya  gerakan  nasional  Amerika  Latin:

a.            Diskriminasi  rasial  :  Dalam  hal  ini  golongan  Peninsulares  menikmati  semua  hak  politik  dan  sosial  serta  ekonomi  dan  memandang  rendah  golongan  Creol,  Mertizo  dan  Indian,  meskipun  mereka  kaya  dan  terpelajar.  Akhirnya  mereka  bersatu  untuk  menentang  golongan  Peninsulares  yang  berkuasa.
b.            Monopoli  perdagangan  :  Dalam  hal ini  aktivitas  perdagangan  hanya  memperkaya  orang  Peninsulares  tidak  memperhatikan  berbagai  komponen  penduduk  yang  lain.
c.            Tingginya  pajak  dan  bea  yang  hanya  dibebankan  kepada  orang  Creol,  Mestizo  dan  Indian.  Misalnya  pajak  jula  beli,  pajak  tanah,  pajak  garam,  pajak  kertas  dan  sebagainya.
d.            Tradisi  revolusi  telah  memiliki  oleh  bangsa  Indian  sejak  abad  16  yaitu  ketika  orang  Spanyol  menginjakkan  kaki  pertama  kali  di  kawasan  ini.
e.            Pengaruh  Revolusi  Amerika  Serikat  dan  Revolusi  Perancis.  Berhasilnya  kedua  revolusi  tersebut  mendorong  mereka  untuk  bangun  merebut  kembali  kemerdekaan.

B.  Bentuk – Bentuk  Republik  di  Amerika  Latin :

Aktivitas  gerakan  nasionalisme  di  Benua  Amerika  Latin  melahirkan  negara – negara  merdeka  dalam  kawanan  yang  berbeda – beda.  Sampai  saat  ini  terdapat  tidak  kurang  dari  20  negara  yang  berbeda  sistem  politik  dan  kebijakan  ekonominya  di  Ameika  Latin.  Adapun  negara  tersebut  antara  lain: 

1.      Argentina  sejak  9 – 7 – 1816  pejuangan  San  Martin
2.      Bolivia 15 – 6 -1813  (Simon  Bolivar)
3.      Brazilia  7 -9-1822  (Dom  Pedro)
4.      Chili  2 – 2 – 1817  (San  Martin)
5.      Columbia  15 – 6 – 1813  (Simon  Boliviar)
6.      Costa  Rica  15 – 9 – 1821  (Pastor  jose  Simon  Canas)
7.      CUBA  10 – 12 – 1898  Perjanjian  Paris
8.      Dominica  1844  Juan  Pablo  DUARTO
9.      Ecuador  15 – 6 – 1813  Simon  Boliviar
10. El  Salvador  15 – 9 – 1821  Pastor  Jose  Simon  Canas
11. Guatemala  15 – 9 – 1821
12. Haiti  1 – 1 – 1804  (Juan  Jacques  Dessalines
13. Honduras  15 – 9 – 1821  (Pastor  Jose  Simon  Canas)
14. Maxico  24 – 8 – 1821 
15. Nicaragua  15 – 9 – 1821  Pastor  Jose  Simon  Canas
16. Panama  1903
17. Paraguay  1816  (Jose  Gaspar  RodrĆ­guez)
18. Peru  28 – 7 – 1821  (San  Martin)
19. Uruguay  1816  (Jose  de  Artigas)
20. Venezuela  5 – 7 – 1811

Berbagai  daerah  yang  maĆ­z  belum  memilki  kemerdekaan  penuh  antara  lain  :
1.                          Jajahan  Inggris  :  British  Hondoras,  British  GUINEA,  Bahama,  Bermuda,  Barbados
2.                          Jajahan  USA  :  Virginia  Island
3.                          Jajahan  Belanda  :  Suriname,  Netherlands  Antiles
4.                          Perancis  :  French  Guinea,  Guadaloupe,  Martinique  in  the  West  Indies


C.  Persoalan  Yang  Dihadapi  setelah  Kemerdekaan:
Munculnya  pertentangan  antara  harapan  dan  kenyataan,  antara  idealismo  dan  realismo.  Keterbelakangan  selama  tiga  Abad  ingin  diubah  dalam  waktu  singkat,  sedangkan  kemampuan  SDM  masih  sangat  kurang.  Masyarakat  belum  berpengalaman  untuk  berpolitik  ataupun  membentuk  partai  politik,  masih  banyaknya  penduduk  yang  buta  huruf,  kurangnya  lembaga  pendidikan,  terlalu  banyak  wabah  penyakit,  masyarakat  bercorak  aristoktrat  dan  feodal.
Pertentangan  yang  paling  mencolok  adalah  mengenai  arah  dan  tujuan  perang  kemerdekaan.  Orang  Creol  pada  umumnya  memegang  tampuk  pimpinan,  perang  kemerdekaan  berarti  diusirnya  penjajah  dan  dibentuknya  pemerintahan  sendiri  yang  merdeka  dan  berdaulat.  Bagi  rakyat  pada  umumnya,  terutama  orang  India  dan  budak  negro, yang  merdeka   inginkan  adalah  emansipasi  sosial  dan  keadilan  sosial.  Di  samping  to  banyak  juga  terjadi  pertentangan  tentang  bentuk  pemerintahan.  Mana  yang  lebih  baik  monarki  atau  republik. 
Masalah  lain  yang  muncul  :
1.    Masyarakat  A.L  bersifat  aristokrat.  Kelas – kelas  dalam  masyarakat  masih  kuat.  Paling  atas  adalah  kelas  tuan  tanah  dan  bangsawan  gereja  yang  umumnya  adalah  orang – orang  Spanyol.  Kedua  golongan  pedagang  dan  industrialis.  Ketiga  golongan  rakyat  miskin,  petani,  penggarap  tanah,  buruh  dan  sebagainya.  Terdapat  golongan  baru  yang  berasal  dari  orang – orang  militer  yang  disebut  dengan  caudillo.  Mereka  merasa  berjasa  dalam  perang  kemerdekaan.  Kelas  ini  yang  kemudian  membangun  kediktatoran  militer   atau  caudillismo  di  Amerika  Latin
2.    Dalam  masalah  pendidikan  masyarakat  tetap  terbelakang.  Pendirian  sekolah  terbentur  pada  persoalan  biaya.
3.    Di  bidang  agama,  rakyat  menganut  agama  Katolik  Roma.  Sedang  golongan  India,  Negro,  Mestizo,  Mullato  umumnya  menganut  campuran  Katolik  dan  kepercayaan  tradisional.
4.    Masalah  Kepemilikan  tanah  :  Tanah  luas  (latifundia)  dimiliki  kalangan  bangsawan  dan  gerja.  Para  pekerja  disebut  encomiendas.
Hal – hal  inilah  yang  nanti  akan  menjadi  pengganggu  dalam  aktivitas  pembangunan  di  negara  AL  sesudah  kemerdekaan.





















GAMBARAN  PERKEMBANGAN  POLITIK 
DI
AMERIKA  LATIN
(Dra.  Suswandari,  M.  Pd.  Prodi  Sejarah  FKIP  UHAMKA)

I.   Intervensi  Barat  Periode  II

Benua  Amerika  Latin  telah  menjadi  mosaik  bagi  lahirnya  negara – negara  baru  sebagai  hasil  perjuangan  menentang  pendudukan  Bangsa  Barat  sejak  abad  16.  Keberhasilan  meraih  kemerdekaan  bukan  berarti  intervensi  bangsa  asing  di  kawasan  ini  selesai.  Berbagai  bentuk  intervensi  asing  sesudah  perang  kemerdekaan  boleh  dikatakan  sebagai  duplikasi  dari  datangnya  kembali  penjajahan  bangsa  asing.  Bangsa  asing  yang  masuk  ke  benua  AL  sekarang  ini  antara  lain  Inggris  tahun  1700  yang  menjajah  daerah  jajahan  Spanyol  di  Karabia  dan  Amerika  Tengah.  Kemudian  Belanda  juga  merampas  kawasan  jajahan  Spanyol  di  Karabia.  Perancis  juga  melakukuan  hal  yang  sama.  Pada  abad  19  masuk  Inggris,  Jerman  dan  Italia  menyerang  pantai  Venezuela,  karena  Venezuela  tidak  melunasi  hutangnya  kepada  Inggris.  Situasi  ini  melahirkan  Doktrin  Dragon.
Situasi  ini  semakin  ramai  manakala  Amerika  Serikat  ikut  ambil  bagian  dalam  perang  saudara  di  Meksiko.  Aktivitas  Amerika  ini  dilindungi  dengan  Doktrin  Monroe,  yang  diamanatkan  oleh  Presiden  Monroe  tanggal  2  Desember  1823  kepada  Konggres  Amerika  yang  berbunyi  sebagai  berikut  :
  setiap  campur  tangan  negara  Eropa  terhadap  negara  yang  baru  merdeka  di  kawasan  Amerika  dipandang  sebagai  tindakan  tidak  bersahabt  terhadap  Amerika  Serikat.  Secara  umum  lahirnya  Doktrin  Monroe  ini  untuk  melindungi  warga  Serikat  yang  ada  di  Amerika  Latin”.
Contoh  :  Amerika  Serikat  melakukan  investasi  di  Kuba  tahun  1898,1906,1912  dan  1917  dan  1961.  Kemudia  di  Panama  tahun  1903,1908,1912,dan  1918  yang  berhubungan  dengan  terusan  Panama.  Dilanjutkan  dengan  intervensi  ke  Nicaragua  tahun  1912,  Guatemala  lewat  Honduras  (1954)  dan  Republik  Dominika  (1965)
Persoalan  politik  lain  yang  sangat  khas  di  Amerika  Latin  adalah  munculnya  semangat  paternalisme.  Ikatan  kebapakan  yang  sangat kuat,  dan  akan  melahirkan  fanatisme  kepada  pimpinan  yang  sangat  fanatik.  Figur  kebapakan  dibawa  ke  lingkungan  sosial  politik  dengan  bapakisme  dan  pemimpinisme.  Contoh,  di  Kuba  muncul  Fedelismo  dan  pengikutnya  disebut  Fideiista,  kemudian  di  Argentina  muncul  Peronismo,  pengikutnya  disebut  Peronista.



II.  Lahirnya  Regionalismo:
Faktor  tumbuhnya  regionalismo  di  Amerika  Latin  dengan ulasan  sebagai  berikut  :
a.        Perlunya  ada  kerjasama  dalam  negara – negara  di  Amerika  Latin  untuk  bersama – sama  mengkonsolidasikan  hasil  perang  kemerdekaan  dan  revolusi
b.         Melihat  adanya  intervensi  asing  baik  berupa  fisik  ataupun  politik  beruapa  penertrasi  sosial,  ekonomis  dan  kultural.

Situasi  ini  melahirkan  beberapa  tokoh  pejuang  regionalisme  Amerika  Latin  seperti  Simon  Boliviar,   yang  selalu  mengupayakan  adanya  konggres  kerjasama.  Namun  gagal,  akan  tetapi  gagasan  regionalisme  terus  dikembangkan.

III.  Peran  Militer  dalam  Percaturan  Politik  AL
Suatu  faktor  yang  sangat  penting  dalam  membahas  politik  AL  adalah  peran  kelompok  militer.  Hal  ini  disebabkan  karena  militer  merupakan  faktor  dinamisasi  bahkan  pendobrak  dalam  menemtukan  perjuangan  fisik  melawan  penjajah  Spanyol.  Setelah  perjuangan  selesai  mereka  mengatur  diri  dalam  organisasi  militer  yang  lebih  solid.  Akibatnya  mereka  merasa  berhak  untuk  turut  ambil  bagian  dalam  percaturan  politik.  Motif  politik  yang  berupa  tanggung  jawab  untuk  mengatasi  suatu  kemacetan  politik  yang  disebabkan  oleh  pergolakan  partai  politik,  sehingga  kelompok  militer  merasa  sebagai  juru  selamat  atau  setidak – tidaknya  sebagai  balancer  dari kekuatan yang  saling  bertentangan.  Contoh  dikatotor  militer  di  Peru  1984  dengan  Jendral  Manuel  Odria yang  menguasai  perkebunan  coca  penghasil  kokain  yang  terkenal  di  seluruh  dunia.  Adakalnya  diktator  militer  didukung  oleh  sekelompok  sipil  yang  mempunyai  kepentingan  bersama,  untuk  melakukan  coup.
Masalah  coup  atau  kudeta  dalam  percaturan  politik  di AL  dianggap  sebagai  hal  biasa.  Pada umumnya  rakyat  mendukung,  meski  kadang  golongan  cendekia  menentangnya.  Hal  ini  disebabkan  karena antara  lain:
a.        akyat  sudah  terbiasa  dengan  tindakan  kudeta.  Pada  tahun  1930 – 1971  di  AL  telah  menjadi  87  kali  kudeta  militer  yang  berhasil
b.        Karena  golongan  militer  mempunyai  akar  yang  kuat  di  hati  masyarakat
c.        Di  kalangan  masyarkat  tumbuh  pandangan  bahwa  militer  adalah  pengemban  cita – cita  nasionalisme  dan  patriotisme,  sehingga  perlu  didukung
d.        Rakyat  yang  hipernasionalisme,  yaitu  melihat  militer  sebagai  suatu  kubu  yang  kuat  untuk  menentang  komunisme
e.        Fungsi  militer  yang  sejak  jaman  penjajahan  Spanyol  adalah  sebagai  prajurit  barak  penjaga  keamanan  desa,  distrik,  kota,  dan  selanjutnya  menjaga  keamanan  dalam  negeri  dan  tidak  pernah  disiapkan  untuk  bertempur  di  luar  negeri

Beberapa  contoh  aktivitas  militer  di  dalam  negeri  antara  lain  pada  1937  militer  Republik  Dominika  melakukan  pembunuhan  terhadap  buruh  Haiti  yang  mogok,  di El  Salvador  1932  militer  menindak  kaum  tani  yang  mogok  10.000  petani  tewas.  Dasar  militerisme  di AL  karena  adanya  sistem  politik  pelarangan  keterlibatan  masyarakat  dalam  menentukan  kebijakan  pemerintah.  Militer  profesional  sangat  jarang  di  AL  yang  ada  politik  sebagai  unsur  penegak  stabilitas  sosial  dan  politik.  Contoh  Guatemala  (1950),  Bolivia  (1952),  Brasil  (1962).
































HUBUNGAN  AMERIKA  SERIKAT 
DENGAN 
NEGARA  NEGARA  DI  AMERIKA  LATIN
(Oleh  Suswandari,  Prodi  Sejarah  FKIP  UHAMKA)

Negara – negra  di  Amerika  Ltin  mendapatkan  kemerdekaannya  pada  revolusi  ke  III  yang  terjadi  di  dunia  Barat,  yaitu  Revolusi  Amerika,  Revolusi  Perancis  dan  Revolusi  Amerika  Latin.  Ketiganya  saling  berkaitan,  karena  revolusi  yang  sebelumnya  mengilhami  revolusi  berikutnya.  Tahun  1829  merupakan  tahun  yang  menentukan  di  Ayacucho  Peru,  karena  Spanyol,  Portugis,  dan  Perancis  yang  memiliki  daerah  kekuasaan  luas,  setelah  pertempuran  tersebut  menjadi  kehilangan  kekuasaanya.  Spanyol  tinggal  menguasai  Kuba  dan  Puerto  Rico,  sedangkan  Inggris  dan  Perancis  tinggal  memiliki  beberapa  wilayah  di  Kepulauan  Caribia.
Usa  yang  dilakukan  bangsa – bangsa  Eropa  dalam  menghadapi  gerakan  revolusi  di  AL  sama  dengan  yang  dilakukan  Inggris  ketika  menghadapi  pemberontakan  kaum  kolonis  di Amerika  Utara.  Hanya  perbedaannya  dalam  menghadapi  gerakan  revolusi  di  AL  negara – negara  Eropa  sendiri  sedang  terlibat  dalam  peperangan  untuk  melawan  dominasi  Perancis.  Mereka  berkoalisi  untuk  menundukkan  sepak  terjang  Perancis  di  daratan  Eropa.  Setelah  perang  selesai  negara – negra  Eropa  membentuk  Aliansi  Suci  dan  Aliansi  Besar.  Isinya  antara  lain,  jika  ada  seorang  raja  diberontak  oleh  rakyatnya,  maka  raja – raja  lain  harus  membantu  raja  tersebut  untuk  menentang  pergerakan  rakyat.
Kerajaan  di  Eropa  inilah  yang  menjadi  sebab  mengapa  Portugis,  Spanyol  dan  Perancis  tidak  berhasil  menumpas  pergerakan  koloninya  di  AL.  Haiti  melepaskan  diri  dari  Perancis  tahun  1804.  Negara – negara  jajahan  Spanyol  melepaskan  diri  dalam  kurun  waktu  1810 – 1824.
Ketika  bangsa – bangsa  Eropa  sedang  berperang  dan  saat  negara – negara  di  AL  berusaha  melepaskan  diri  dari  kekuasaan  bangsa  Eropa.  AS  juga  merencanakan  untuk  membentuk  imperium  dari  laut  ke  laut.  Misalnya  Loussiana  dibeli  dari  Perancis  1803,  Florida  jajahan  Spanyol  dimasukkan  dalam  wilayah  AS  1821,  Texas  dianeksir  tahun  1845,  sebagian  wilayah  Mexico  dikuasai  tahun  1849.  Alaskan  dibeli  dari  Rusia  1867,  1898,  menguasai  Philadelphia.
Gerakan  kemerdekaan  di  AL  kemudian  melahirkan  negara – negara  baru.  AS  menaruh  simpati  terhadap  gerakan  kemerdekaan  di  AL,  walaupun  orang AS  memandang  rendah  orang  AL.  Meski  demikian  AS  memandang  perlu  mengadakan  hubungan,  baik  karena  letaknya  yang  berdekatan  maupun  untuk  kepentingan  perdagangannya.  Hubungan  AS-  AL  dibagi  dalam  beberapa  periode :
a.        1810-1823  :  tahap  ragu – ragu
b.        1823-1845  :  tahap  tenang
c.        1845-1866  :  tahap  tegang
d.        1866-1895  :  tahap  interlude


A.  Masa  Ragu – Ragu :
Dalam  tahap  ini  AS  bersikap  hati – hati  terhadap  gerakan  kemerdekaan  di  AL  Sebenarnya  AS  tidak  ingin  terlibat  dalam  gerakan  revolusi  di  AL,  tetapi  karena  AS  ingin  memperoleh  keuntungan,  kemudian  memberikan  bantuan  pada  negara – negara  AL.  Keadaan  seperti  inilah  yang  membuat  sikap  AS  menjadi  ragu – ragu.  Ketika  revolusi  meletus  AS  memberikan  bantuan  beruapa  senjata  dan  kapal – kapal  perangan.  Tahun  1818  AS  mengirimkan  utusan  dagang  ke  negara – negara  yang  sedang  berevolusi.  Bahakan  tahun  1811  AS  membuka  konsulnya  di  AL.  Tetapi  pada  tahun  1812  bantuan  AS  dihentikan  karena  AS  terlebat  perselisihan  dengan  Inggris.  Meskipun  perselisihan  dengan  Inggris  telah  dapat  diselesaikan  1814,  bantuan  AS  ke  AL  tidak  dilanjutkan  lagi.  Hal  ini  disebabkan  karena  negara – negara  di  AL  yang  sedang  terlibat  dalam  gerakan  revolusi  mengalami  kemunduran  karena  banyak  yang  menderita  kekalahan  dari  Spanyol.  Bahkan  kemudian  AS  menjalin  hubungan  dengan  Spanyol.  Pada  tahun  1817  AS  memberikan  bantuan  lagi.  Ini  berkat  anjuran  dari  Henry  Clay,  yang  mengatakan  bahwa  gerakan  kemerdekaan  di  AL  sama  dengan  gerakan  koloni  AS  di  Amerika  Utara  saat  melawan  Inggris,  sehingga  perlu  dibantu.  Maka  pada  tahun  1823  keluarlah  Doktrin  Monroe.  Adapun  prinsip  dalam  Doktrin  Monroe  meliputi  :  Prinsip  non  intervention  dan  non  kolonisation.

B.  Masa  Tenang
Dalam  dua  dasawarsa  setelah  dikeluarkannya  Doktrin  Monroe  hubungan  AS – AL  dalam  keadaan  tenang.  Pada  tahap  tersebut  AS  disibukkan  dengan  urusanmengatur  daerahnya  yang  semakin  luas.  Di  AS  timbul  permasalhan  yang  berkaitan  dengan  masalah  perbudakan.  Sedangkan  negara – negra  di  AL  juga  sedang  sibuk  untuk  mebenahi  negarnya  yang  baru.  Misalnya  membentuk  konstitusi  memilih  presiden  dan  lain – lain.
Selama  dua  dasawarsa  tersebut  walaupun  sudah  dikeluarakan  Doktrin  Monroe,  negara – negara  Eropa  tetap  mengadakan  campur  tangan  di  benua  Amerika.  Contoh  Spanyol  intervensi  di  Mexico,  Perancis  di  Uruguay  dan  Argentina,  sementara  Inggris  melakukan  campur  tangan  di  negara – negra  lain  yang  jumlahnya  lebih  banyak.  Misalnya  Inggris  memaksa  Brasilia  untuk  menerima  perdagangan  Inggris  dan  melarang  perdagangan  budak.  Inggris  bersama  Perancis  mengadakan  campur  tangan  di  Mexico  dengan  mengingatkan  rakyat  Mexico  agar  berhati – hati  terhadap  ekspansi  AS.  Tahun  1833  Inggris  menduduki  kepulauan  Fakland  yang  sudah  di  calim  Argentina  sampai  sekarang.
Semua  aktivitas  yang  dilakukan  negara – negara  Eropa  terhadap  negara – negara  di  AL  tidak  mendapatkan  reaksi  dari  AS.  Oleh  karena  itu,  negara – negara  AL  mengkritik  AS  dengan  mengatakan  bahw  Doktrin  Monroe  tidak  ada  artinya  karena  AS  tidak  ada  niat  untuk melindugi  negara – negara  AL  dari  serangan  negara – negara  Eropa.  Selanjutnya  AS  mengatakan  bahwa  dengan  Doktrin  Monroe  tersebut  tidak  berarti  AS  memberikan  bantuan  militer.  Realitanya  bantuan  tersebut  memang tidak  mungkin  diberikan  karena  kekuatan AS  jauh  dari  kekuatan  Inggris

C.  Tahap  Tension
Berlawan  dengan  tahap  sebelumnya,  pada  tahap  ini  penuh  dengan  ketegangan.  Berkembangnya  Manifest  Destiny  dan  terpilihnya  James  K.  Polk  sebagai  presiden  AS  menyebabkan  tahap  ini  penuh  ketegangan.  James  K.  Polk  menjadi  marah  krena  sikap  Inggris  dan  Spanyol  yang  menghalang – halngi  AS  merebut  sebagian  wilayah  Mexico.  Pada  waktu  AS  mengulangi  lagi  apa  yang  pernah  diucapkan  Monroe  pada  tahun  1823  bahwa  tidak  akan  ada  negara  Eropa  yang  diijinkan  untuk mendirikan  koloni  di  AL.  Tetapi  negara – negara  di  AL  harus  menentukan  nasib  sendiri.  Oleh  karena  itu,  AS  mengadakan  ekspansi  ke  pantai  Barat,  yang  menyebabkan  Inggris  Perancis  tersingkir  dari  wilayah  tersebut.  Namun  demikian  Inggris  masih  mempertahankan  kekuasaannya  di  Carabia.  Bahkan  ada  keinginan  untuk  menguasai  Honduras.  Usaha  ini  diawasi  ketat  oleh  AS.  Terlebih  pada  saat  Inggris  akan  menguasai  kota  Greyton  yang  terletak  di  muara  S.  San  Yuan.  Sungai  itu  penting  bagi  AS  dan  Inggris  sehingga  pada  tahun  1850  tercapailah  perjanjian  Clayton  Bulwen yang  isinya  baik  Inggris  ataupun  AS  tidak  akan  menguasai  S.  San  Yuan.
Ekpansi  Inggris  ke  Nicargua  menimbulkan  debat  dalam  Konggres  di  AS.  Dalam  debat  tersebut  untuk  pertama  kalinya  disinggung  lagi  tentang  term  (batasan)  apa  yang  sebenarnya  tentang  Doktrin  Monroe.  Prinsip  Doktrin  Monroe  mendapat  pujian  lagi  tahun  1860,  saat  AS  sedang  terlibat  dalam  perang  saudara.  Pada  saat  tersebut  dimanfaatkan  oleh  panyol  untuk  menguasai  Santo  Moingo,  tetapi  tidak  berhasil  karena  dicegah  oleh  AS.
Selanjutnya  Perancis  juga  mengadakan  campur  tangan  di  Mexico.  NapoleĆ³n  mengatakan  bahwa  apa  yang  dilaksankan  di  Mexico  adalah untuk  melawan  AS.  AS  mengambil  sikap  tegas  terhadap  apa  yang  dilakukan  Perancis.  Pada  tahun  itu  Seward  Menlu  AS  mengatakan  bahwa  tidak  akan  mentolerir  terhadap  tindakan  yang  menghalangi  Mexico  untuk  membentuk  pemerintahan  sendiri.  Sikap  AS  menjadi  lebih  keras.  AS  tidak  mau  mengakui  Maciomattan  yang  didukung  Perancis.  AS  mendukung  Benito  Juarez.  Hal  ini  berarti  Prinsip  Doktrin  Monroe  tetap  diakui.

D.  Tahap  Interlude
Dalam  masa  tida  dasawarsa  setelah  Perang  Saudara,  hubungan AS – AL  kembali  tenang.  Hampir  tidak  ada  serbuan  dari  negara – negara  Eropa  keculai  campur  tangan  Inggris  terhadap  sengketa  perbatasan Venezuela  Guyana.  Perancis  juga  lebih  banyak  menghadapi  masalah  di  Eropa.  Yang   dilakukan  Perancis  di  AL  hanya  campur  tangan  di  Haiti.  Sedangkan  Spanyol  terlibat  perang  10  tahun  di  Kuba.  Negara  Eropa  yang  benar – benar  menraik  diri  di  AL  adalah  Rusia.  Bahkan  pada  tahun  1867  Rusia  menjual  Alaska.
Jika  negara – negar  Eropa  dalam  periode  1866 – 1898  mengendorkan  relasi  dengan  Amerika  Serikat,  maka  ada  yang  dilakukan  AS  di  AL  yaitu  :
1.    Presiden  Gren  Ullyses  S.  Grant  menganeksir  Rep.  Dominika
2.    Tahun  1889  atau  inisiatif  James  G.  Blaine  diadakan  konverensi  Washingtom  yang  mebuka  jalan  terhadap  pembentukan  Pan  Amerika

HUBUNGAN  AMERIKA  SERIKAT  DAN  AMERIKA  LATIN  PERIODE  1825 – 1960 AN

Tahun  1895  merupakan  tahun  perubahan  sikap  AS  terhadap  AL  dan  terhadap  negara – negara  lain.  Terdapat  semacam  perasaan  baru  yang  menghinggapi  rakyat  AS,  yang   berhubungan  dengan  keberhasilan  perkembangan  pertanian,  perindustrian,  dan  perkapalan.  Bahkan  boleh  dikatakan  AS  memiliki  segala  sesuatu  yang  diperlukan  untuk  tumbuh  sebagai  negara  besar.  Tetapi  di  balik  itu  semua,  muncul  gambaran- gambaran  suram,  yaitu  jumlah  penduduk  akan  bertambah  dengan  pesat,  hasil  pertanian  melimpah,  tetapi  AS  belum  memiliki  pasaran.  AS  berbeda  dengan  negara – negara  Eropa  yang  lain  dan  tergolong  negara  tua  seperti  Inggris,  Perancis,  Spanyol  dan  lain  sebagainya.  Negara – negara  yang  disebut  terakhir  itu  sudah  mempunyai  kawasan  jajahan  untuk  melempar  kelebihan  produksinya.  Oleh  karena  itu,  AS  harus  mengikuti  jejak  negara – negara  tua  tadi.  Sehubungan  dengan  itu  muncul  berbagai  slogan  untuk  mebenarkan  imperialisme  AS.
Tokoh  Angkatan  Laut  AS  Alfred  T.  Mahan  mengemukakan  bahwa  AS  perlu  mempunyai  Angkatan  Laut  yang  kuat  untuk  perlindungan  dari  kekuatan  angkatan  laut  Inggris.  Bahkan  soal  agama  pun  dijadikan  sebagai  alat  pembenaran  dari  sikap  imperialisme  AS.  Misalnya  AS  memiliki  kewajiban  moral  untuk  menyebarkan  agama.